Kiai Sahal dan dokter Sahal

Kali ini kisah alm. Kiai Sahal Mahfudz yang ahli fikih dan dokter pribadinya, yang tentu saja ahli kesehatan, yang kebetulan juga bernama Sahal. Saat itu kiai Sahal masih merokok. Suatu ketika beliau periksa dengan keluhan rasa sakit di dada sebelah kanan.

Dokter Sahal berkata, “Paru-paru njenengan sedikit bermasalah, Kiai. Njenengan harus berhenti merokok. Haram.”

Kiai Sahal menimpali, “Rokok itu paling banter hukumnya makruh. Jadi tetap boleh dilakukan. Njenengan jangan mengharam-haramkan sesuatu yang diperbolehkan, Dok.”

Dokter Sahal tidak kurang akal. “Begini, Kiai. Ulama fikih sepakat hukumnya rokok secara umum adalah makruh. Ulama fikih beraninya sampek di situ saja. Yang punya otoritas mengeluarkan fatwa merokok haram ya ulama kedokteran. Saya ini dokter. Saya haramkan rokok untuk njenengan, Kiai.”

Dan KH. Sahal Mahfudz (Allah yarhamuh) pun berhenti merokok. []

Sumber cerita: Dokter Sahal sendiri. 

Simak pula video pilihan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *